Minggu, 12 Juli 2015

Wiwin, Anak Kost Pemuas Napsu Kami 5

Cerita Seks Dewasa Terbaru Terbaik - Wiwin Anak Kost Pemuas Napsu Kami
Sambungan Dari Wiwin Anak Kost Pemuas Napsu Kami 4

Tangan kanannya meraih pinggulnya dan membuka belahan pantatnya, ”Ayoo Mas, cepetan”.
Atok tampak bengong, ”Dimasukin ke mana Win?”, tanyanya.
Wiwin pura-pura jengkel, ”Ya dimasukin ke pantat, bego! Belum pernah main pantat ya?”, tanyanya.
Atok garuk-garuk kepala, ”Ee..., belum pernah Win. Gimana rasanya?”.

“Pokoknya luar biasa deh. Ayoo, cobain sekarang. Nggak sembarang cewek mau beginian loh”, Katanya setengah memaksa.

Atok dengan gerakan kikuk menuruti perintah itu, dan mengarahkan kemaluannya ke lubang pantat Wiwin yang sudah setengah terbuka itu, ”Begini ya Win?” tanyanya meminta konfirmasi.
Wiwin mengangguk, ”Iyaa.., begitu. Coblos saja sekarang yok. Jangan ragu-ragu.”

Atok menurut, dan kulihat pinggulnya bergerak ke depan. Pelan tapi pasti, batang kemaluannya melesak ke dalam lubang pantat Wiwin. Sekarang Wiwin melepaskan tangannya dari belahan pantatnya, sehingga seluruh kemaluan Atok terjepit pantat yang bahenol itu.
“Aaah.., enaak” desis Wiwin.
Kepalanya menoleh ke belakang, ”Kamu enak nggak Mas?”, tanyanya.
Atok mengangguk sambil mulai menggoyang pantatnya ke depan dan ke belakang.
”Hiyaah nih..., enak banget. Gua belum pernah ngerasain Win. Peret banget...”.
Sambil berkata begitu ia semakin memperkuat gerakannya, sedangkan kedua tangannya meremas-remas pantat Wiwin yang bahenol.

Wiwin terkikik senang, ”Gitu doong. Sekarang kita mulai main kuda-kudaan ini yah”, katanya.
Dan dia segera mulai menggerak-gerakkan pantatnya lebih kuat lagi sehingga kemaluan Deni semakin cepat keluar masuk lubangnya yang sudah tampak sangat basah. Ketiga orang di depanku ini sudah tampak sangat kesetanan, terbenam nafsu yang luar biasa, sama sekali lupa pada lingkungan sekitarnya. Sedemikian kuatnya mereka memompa, sehingga terdengar suara berkecipak ketika cairan kemaluan Wiwin muncrat tertekan batang kemaluan Deni.

Sekali lagi posisi dudukku yang dekat dengan pinggul Wiwin menyebabkanku dapat melihat dengan jelas bagaimana kedua batang kemaluan itu merojok-rojok kedua lubang di tubuh Wiwin.
Sekali lagi, dalam kondisi yang sangat terangsang si Wiwin masih menyimpan kesadaran. Sambil bertumpu pada kedua belah tangannya menahan tubuhnya yang semakin kuat bergoyang-goyang ditekan goyangan si Atok dan Deni, wajahnya berpaling kepadaku yang sedang duduk bengong memperhatikan.
Mulutnya tersenyum nakal, ”Mas Nano, mau diemut lagi nggak? Mulut Wiwin lagi kosong nih. Yok sini...”, katanya sambil mengeluarkan lidahnya menggoda.

Aku, yang masih terpesona dengan segala keadaan yang serba tidak terduga ini, menggeleng.
”Nggak deh Win. Gua udah cukup duluan. Terusin aja sama sama si Atok dan Deni”, kataku.
Wiwin tertawa nakal, ”Wii.., diberi kesempatan kok malah nggak mau. Ya sudah”, katanya.
Ia berpaling ke Dwi, mungkin maksudnya menawarkan hal yang sama, tetapi tidak jadi ketika melihat Dwi sudah tidur telentang dengan mata menerawang ke atas. Tampaknya dia sama denganku, masih shock menghadapi segala kejadian yang begitu tiba-tiba ini.

Permainan ketiga orang di depanku tampak semakin memanas. Kulihat Atok semakin melebarkan kedua kakinya, sehingga dia kini dalam posisi berdiri terkangkang lebar-lebar dan semakin keras merojok-rojokkan batang kemaluannya ke lubang pantat Wiwin. Demikian juga Deni dalam posisi telentang semakin kuat menggoyang pantatnya ke atas, mencoblos lubang kemaluan Wiwin yang tampak semakin basah.
Akhirnya, kulihat wajah Atok meringis, ”Adduuh.., akuu...”, erangnya.
Dan akhirnya dia mencabut kemaluannya dari lubang pantat Wiwin, dan muncratlah air maninya, banyak sekali, menyemprot ke arah pangkal dan biji kemaluan Deni yang masih menancap di lubang memek si Wiwin.

Wiwin terkikik, ”Hiii.., bang Atok udah kalah nih. Puas nggak Mas?”, tanyanya sambil menoleh ke belakang, sambil terus menggoyangkan pantatnya naik turun.
Atok mengangguk, ”Enak banget Win. Belum pernah aku keluar mani sebanyak ini”, ujarnya sambil bergerak menjauh.
Tapi Wiwin segera memanggil, ”Eeh.., mau kemana Mas. Sini Wiwin bersihin kontol mas. Lihat tuh, belepotan banget”, katanya.
Diraihnya kemaluan si Atok dan ditariknya ke arah mulutnya. Dengan paksa ditariknya batang kemaluan yang sudah lemas itu dan segera dimasukkan ke mulutnya. Terdengar suara seperti orang menyeruput air ketika ia menyedot dan membersihkan kemaluan Atok dengan lidahnya.

Atok mendesah, ”Win, apa elo nggak jijik..., kan ini baru keluar dari lubang pantat kamu”, katanya.
Kulihat Wiwin membelalakkan matanya, sekejap mengeluarkan kemaluan Atok dari mulutnya.
”Jijik apaan.., wong napsu banget kok. Kalau udah main begini jangan omong soal jijik. Gua aja pernah dikencingin kok. Malah nikmat banget”, katanya sambil mulai lagi mengulum kemaluan Atok.
Temanku yang alim itu jadi diam saja.

Bersambung Ke Wiwin Anak Kost Pemuas Napsu Kami 6 (TAMAT)

Cerita Seks Terbaru dan Terbaik Selanjutnya:

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.