Minggu, 12 Juli 2015

Wiwin, Anak Kost Pemuas Napsu Kami 4

Cerita Seks Dewasa Terbaru Terbaik - Wiwin Anak Kost Pemuas Napsu Kami
Sambungan Dari Wiwin Anak Kost Pemuas Napsu Kami 3

Dengan gaya lemas si Wiwin berdiri dan berjalan gontai menuju kulkas. Diambilnya botol air es dan diminumnya dengan gaya khasnya, langsung ditenggak tanpa pakai gelas lagi. Setelah napasnya kembali teratur, dia memandang kami berempat yang masih duduk menggelosor di karpet dengan pandangan lucu (ingat, dia masih telanjang bulat lho. Untung kaca jendela masih tertutup gorden sehingga orang di jalan tidak bisa melihat tubuhnya yang bahenol).

“Udah puas nggaak..?” tanyanya lucu.
”Mas Dwi sama Mas Nano udah keluar simpenannya berliter-liter. Tapi Mas Deni dan Mas Atok kan belum. Mau diterusin nggak?”, tanyanya sambil melihat kepada dua teman kami itu.

Deni dan Atok saling berpandangan, dan meskipun tidak berkata-kata keduanya tampak sepakat. Mereka berdiri dan dengan secepat kilat menyerbu tubuh Wiwin yang masih berdiri di sebelah kulkas. Deni memeluk dari depan, Atok dari belakang, keduanya dengan ganas menciumi wajah dan leher Wiwin. Tangan mereka berebutan meremas buah dada dan kemaluan Wiwin, sedemikian bernafsu dan kacaunya sehingga gadis itu (eh, memangnya dia masih gadis?) menjerit dan tertawa terkikik-kikik.
”Hi, hi, hi.., aduuh..., berhenti dulu..., stoop dulu deeh..., kalo main yang lembut doong..”.
Dan dengan sekuat tenaga Wiwin melepaskan diri dari dekapan dua serigala kelaparan itu dan berdiri agak menjauh.

”Udaah.., udaah..., kalian kayak orang belum pernah pegang badan cewek saja”, katanya sambil tersedak-sedak ketawa.
”Buka dulu baju kalian dong. Baru kita main beneran. Ayo!”, perintahnya.
Deni dan Atok saling berpandangan, dan seperti dikomando mereka segera membuka baju dan celananya. Hanya dalam hitungan detik keduanya sudah telanjang bulat, kulihat kemaluan mereka mengacung ke atas karena sangat tegang. Namun keduanya tetap berdiri diam, seakan menunggu komando dari Wiwin lagi.
Wiwin tersenyum senyum menandang dua jagoan itu, seperti gaya cewek yang lagi memilih-milih barang di toko.

”Mmm..., lumayan juga kalian deh”, katanya sambil terus melihat keduanya berganti ganti.
”Bukan wajah dan tubuhnya lho..., kalau itu mah kalian nilainya cuman dapet lima setengah. Tapi kontolnya itu lho.., sungguh menggairahkan.”
Dan sambil berkata begitu, didekatinya Deni dan Atok, dipegangnya batang kemaluan keduanya dengan tangan kanan dan kiri dan dikocoknya lembut.
”Kita mulai yach..”, desahnya penuh godaan.
Kemudian didorongnya Deni dengan lembut.
”Elo telentang deh Den..., kamu coblos memek gua sekarang.”
Deni menurut seperti orang bego, sekarang dia telentang di karpet dengan batang kemaluannya mengacung ke atas seperti tiang bendera. Wiwin memandangnya seperti serigala kelaparan, diremasnya kemaluan Deni, dikocok dan akhirnya dikulum dengan buas.
”Gua tegakin dulu yach”, gumamnya dengan napas memburu.

Semenit kemudian dilepaskannya kulumannya dan benar saja, kemaluan Deni sekarang sudah jauh lebih kencang lagi dan berkilat karena ludah si Wiwin.
Wiwin terkikik gembira dan segera melompat ke atas pinggul Deni. Jari telunjuk dan jari tengah tangan kanannya membuka bibir kemaluannya, sedang tangan kirinya memegang batang kemaluan Deni dan diarahkan ke lubang yang sudah terbuka itu.
”Masukkan kontolmu sayang, rasakan nikmatnya memek ini.”, desisnya (astaga, mulutnya comberan banget!).
Direndahkannya tubuhnya, sehingga kepala kemaluan Deni mulai melesak ke dalam lubang kemaluannya.
“Aahh...”, desahnya.

Aku sudah menduga kalau lubang memek si Wiwin ini pasti sudah agak longgar karena terlalu banyak dipakai. Dan ternyata benar. Tanpa terlalu banyak usaha, batang kemaluan Deni yang berukuran menengah itu langsung melesak seluruhnya ke dalam lubang kemaluan Wiwin. Wiwin terkikik kecil dan akhirnya merebahkan tubuhnya ke atas tubuh Deni. Buah dadanya yang super besar menggantung bebas, tangan Deni segera menyambut dan meremasnya. Wiwin mendesah nikmat.
“Enak ya?”, desahnya pada Deni.
“Hnggh..., enak” jawab Deni. Matanya terpejam.

“Kerasa longgar nggak? Apa sudah ngejepit?” tanya Wiwin, rupanya dia juga menyadari kalau dia sudah lama sekali tidak perawan dan sudah dicoblos entah berapa banyak laki-laki.
“Nggak kok Win, masih enak sekali”, jawab Deni.
Matanya merem melek dan pinggulnya mulai bergerak-gerak. Wiwin mengimbangi gerakan itu dengan menaik turunkan pinggulnya yang besar dengan berirama. Napas mereka memburu, seakan lupa sama sekali dengan tiga laki-laki lain yang mengitarinya dan memandang adegan super porno itu dengan jelas. Karena aku kebetulan duduk di karpet dengan menghadap pinggul Wiwin, aku dapat memandang dengan jelas batang kemaluan Deni yang bergerak keluar masuk lubang kemaluan Wiwin dengan berirama. Sangat merangsang.

Lima menit adegan itu berlangsung, gerakan mereka semakin liar dan pinggul Wiwin semakin keras bergerak, ke atas ke bawah dan ke kiri kanan. Desahan dan erangan mereka terdengar semakin lama semakin keras. Tetapi tiba-tiba Wiwin mengentikan gerakannya. Kepalanya menengok ke arah Atok yang masih berdiri tegak di sebelahnya.
”Aduuh, Mas Atok yang malang”, kata Wiwin dengan lucu.
”Masih nunggu giliran yach? Sini, masukin kontolmu ke Wiwin”, katanya lagi.

Bersambung Ke Wiwin Anak Kost Pemuas Napsu Kami 5
Cerita Seks Terbaru dan Terbaik Selanjutnya:

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.