Minggu, 12 Juli 2015

Wiwin, Anak Kost Pemuas Napsu Kami 2

Cerita Seks Dewasa Terbaru Terbaik - Wiwin Anak Kost Pemuas Napsu Kami
Sambungan Dari Wiwin Anak Kost Pemuas Napsu Kami 1

Wah, ini mulai panas, pikirku.
“Enak dong“, kata Dwi lagi.
Kesadarannya sudah kembali penuh dan sekarang dia memang siap main goda-godaan.
”Terutama waktu kamu lagi.., apa yaah..”, katanya sambil pura-pura mengingat.

“Waktu lagi dicoblos kontol Mas ya?”, tanya Wiwin.
Walah, kami semua tersentak kaget. Jorok banget mulut cewek ini! Meskipun kami tahu si wiwin ini cewek urakan, tetapi karena selama ini selalu menjaga jarak dengan dia maka kami tidak tahu bahwa dia punya mulut secomberan itu.
Dwi tersedak-sedak minumnya, berusaha menjawab dengan tenang.

”Iya, waktu itu juga, tapi paling hebat waktuu...”, dia pura-pura mengingat lagi.
“Waktu kita main enam sembilan yach? waktu Mas jilatin memek saya dan waktu saya isep kontol Mas yach?“, tanya Wiwin semakin menggoda.
Kami hampir pingsan mendengarnya. Blak-blakan banget! tetapi pada saat itu, nafsu kamipun mulai naik. Ini cewek jelas sedang menggoda kami. Dan kami saat ini memang sedang sangat siap untuk digoda!
“Hiyaa.., betullah itu“, jawab si Dwi sambil berjingkrak.

”Kamu hebat sekali Win. Bisa saja kamu menebak.”
Si wiwin sekarang berdiri di depan kami (kami berempat sedang duduk menggelosor di karpet, di depan TV). Dia memandang kami berganti-ganti dengan mata yang nakal.
”Teruuss.., bagaimana ini? Mas mau sebatas mimpi apa mau direalisasikan? Wiwin mau loh!”, dia berkata dengan serius.
Dia menggoyang-goyangkan badannya mengikuti lagu dangdut dari TV, membuat buah dadanya yang super besar bergerak-gerak menggairahkan.

Aku yang pertama mencoba sadar.
”Udahanlah Win. Ini cuman bercanda kok. Lagian kamu lagi sakit, jangan pikir yang macem-macem deh. Gih sono kamu mandi dulu.”
Kamar mandi kami memang cuma satu, jadi kami selalu antre mandi kalau pagi.
Tetapi si Wiwin malah membelalakkan matanya yang indah.
”Wii.., emangnya Mas Nano kira gua bercanda? Ini bener nih! Wiwin pingin dan mau!“.
Dan tanpa diduga oleh kami semua, dengan cepat Wiwin meraih tali dasternya dan sekali sentak menariknya. Daster itu dalam sekejap jatuh ke lantai.

Kini, Wiwin telah berdiri telanjang bulat di depan kami. Ternyata dia tidak memakai baju dalam apapun. Dengan bebas kami melihat tubuhnya yang sangat bahenol, buah dadanya yang berukuran 36 D tergantung bebas dengan puting cokelat kemerahan. Meskipun sangat besar, buah dada itu tampak tidak melorot meskipun tidak disangga bra. Perutnya yang putih mulus, pahanya yang jenjang, dan sekumpulan bulu lebat yang menutupi selangkangannya. Bulu-bulu itu lebat sekali, sehingga aku tidak bisa melihat belahan kemaluannya sama sekali. Aku menelan ludah. Ini mimpi apa beneran?

Wiwin berdiri dengan tetap memutar mutar badannya pelan ke kanan kiri, mengikuti musik di televisi.
”Hayooo.., Wiwin sudah siap nih. Lihat dong badan Wiwin, nggak usah dibawa ke mimpi segala macam. Mas-Mas kan tiap hari melotot melihat Wiwin kan? Nih dia, sekarang Wiwin kasih gratis buat Mas-Mas.”
Dan sambil berbicara dia mulai melenggak-lenggok, seperti penari striptease (tukang kelayapan macam dia pasti sudah tahu, apa malah dia pernah melakukan?).
Kedua tangannya menelusuri tubuhnya sendiri, dan meremas-remas buah dadanya yang menggelembung. Disangganya buah dadanya dengan telapak tangannya, dan dengan gerakan menggoda mendekatkan buah dadanya ke wajahku.

”Niih Mas Nano, nikmati deh..., ayoo, nggak usah malu-malu”.
Aku masih terdiam karena kaget dan terpesona. Tetapi kini puting buah dada Wiwin mulai digesek-gesekkan ke wajahku, terasa hangat dan lembut.
Aku mendesah. Godaan ini terlalu besar untuk dilawan. Aku memilih untuk menyerah. Kubuka mulutku, dan sekejap kemudian puting itu telah masuk ke mulutku. Kuhisap–hisap dengan nikmat (dan memang sangat nikmat), mulutku mulai merambah dan menghisap lebih banyak lagi bagian buah dada yang besar itu. Kudengar Wiwin mendesah-desah.

”Aahh..., enak Mas. Isep terus Mas..., auuuhh...”, sambil tangannya meremas dan menarik-narik rambutku dengan gemas.
Ketika aku sedang asyik mengisap, kurasakan ada tubuh lain mendesak di sebelahku. Ternyata si Dwi, dia mengikuti langkahku dengan mengisap buah dada kiri si Wiwin. Dengan dua laki-laki yang menyusu dengan lahap itu, Wiwin tampak terangsang berat. Dia mengerang-ngerang dan mendesah, kedua tangannya memegang kepala kami seakan kuatir kami akan melepaskan hisapan kami.

Lima menit kami melakukan aktivitas kami, ketika aku merasa ada tubuh lain mendesak di bawah kami. Ternyata Deni, menyungkupkan wajahnya ke selangkangan Wiwin yang terbuka. Dengan ganas dia menjilat dan menghisap kemaluan Wiwin yang berbulu super lebat itu, begitu hebatnya sehingga aku mendengar suara berkecipak dari mulutnya. Wiwin semakin menggila. Digerak-gerakannya pinggulnya sehingga kemaluannya bergesekan semakin keras ke mulut Deni. Kedua insan itu saling merenggut dan merengkuh, erangan dan desahan keduanya terdengar saling bersahutan...

Bersambung Ke Wiwin Anak Kost Pemuas Napsu Kami 3
Cerita Seks Terbaru dan Terbaik Selanjutnya:

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.