Akupun berdiri mengikuti keinginannya kurebahkan tubuhnya ditempat tidur dan kamipun bergumul saling memagut, menghisap dan meremas-remas bagian-bagian sensitif kami. “Sekarang Ren….sekarang… pleaseeeee…”pintanya berbisiknya. Aku merayap naik ketubuhnya, Vini membuka lebar kedua kakinya Iapun menggelinjang merasakan kepala kejantananku memasuki mulut kewanitaannya, kuhentikan sebatas itu dan mulai menggerakannya keluar masuk dengan perlahan. “Oooohhhh yaaaa…Rennnn…enakkkkk…”
Vinipun mulai mengayunkan pinggulnya mengikuti gerakan-gerakanku, sementara mulutku tidak henti-hentinya mengulum buah dadanya.”Aaggghhh…terus Ren…lebih dalammm…aagghhh…” pintanya, kutekan batang kemaluanku lebih dalam dan..”Sssssshhhhh…”desisku merasakan kenikmatan rongga kewanitaanya yang sempit meremas-remas sekujur batang kemaluanku.”Aaaugghhh…punya kamu enak Vin…” akupun semakin kencang memacu tubuhku membuat Vini semakin mengelepar-gelepar.
“Ahhh…oucchh…nikmat Ren…sshhhhh…”desahnya merasakan gesekan-gesekan batang kejantananku di dinding kemaluannya. Saat kami merasakan nikmatnya kemaluan masing-masing, tak henti-hentinya kami saling menghisap, memagut bahkan mengigit dengan liarnya…dan… “Ugghhh…Rennn…fuck me…fuck me hard…I’m comingggg honey…” tubuh Vini mengejang dan tangan serta kakinya memeluk tubuhku dengan kencang “Ouchhhh…oooohhhh…aku keluar Rennnnnn….aaaaghhhh…” Iapun kejang sesaat kurasakan denyut-denyut di kewanitaannya dan…tubuh Vinipun lungai.
“Maaf Ren aku duluan…ngga tahan, habis udah lama ngga…” bisiknya, aku masih diatasnya dengan kemaluan yang masih terbenam didalam kewanitaannya. “Ngga apa-apa Vin cewekan multiple orgasm, masih ada yang kedua dan seterusnya kok…” jawabku menggoda. “Memangnya kuat…?” tantangnya. “Lihat aja nanti…”membalas tantangannya. “Ihhhh…itu sih doyan …” seru Vini manja sambil mencubit pinggangku. Kubalas cubitannya dengan memagut lehernya dan menjilat telinganya sementara pinggulku mulai berputar-putar perlahan.”…Mmhhhhhffffff…”kupagut bibirnya.
Lidah kamipun saling bertaut, meliuk dengan panasnya. Birahi kamipun kembali membara, tekanan pinggulku dibalasnya dengan putaran pinggulnya membuatku melayang-layang. “Shhhhffff….agghhh….ouch…” desahanpun tak tertahan keluar keluar dari mulutku. Dengan bahasa tubuh Vini mengajak pindah posisi, Ia diatas memegang kendali. Vini menekan kewanitaanya dalam-dalam—sehingga kejantananku menyentuh ujung lorong kenikmatannya—dan mengayunkan pinggulnya mundur-maju. Semakin lama ayunannya semakin cepat, tak kuasa aku menahan hentakan-hentakan kenikmatan yang keluar dari seluruh sendi-sendi tubuhku.
“…teruss Vin…aahhhh….lagi Vin…ooohhh…punya kamu enak…”rintihku. “…punya kamu juga Rennnn…oucchh…want me to fuck you harddd…mmhhhhh…” tidak perlu jawabanku, dengan di topang tangannya Vini membungkuk tambah mempercepat ayunannya. Buah dadanya yang indah berayun-ayun, kuremas-remas dan yang lainnya kulumat dengan rakus. “Ouchh…Rennoooo….nikmatttt…lumat semua Rennn…auuhhhhhh…” jerit Vini sambil merendahkan tubuhnya memudahkan aku melumat buah dadanya membuat ayunan pinggulnya semakin tidak terkendali, tidak berapa lama kemudian tubuhnya kembali mengejang, Vini menekan dalam-dalam kewanitaannya menelan seluruh batang kenikmatanku. “Rennn…aku keluarrrr lagi….AAAKKKKHHHHH…” teriak Vini, tubuhnya pun rubuh diatasku cairan kenikmatannya kurasakan membasahi kejantananku.
Vini rebah diatasku tubuhnya bagai tidak bertulang, hanya desah napasnya menerpa dadaku. Beberapa menit kemudian suaranya memecah kesunyian “Punya kamu masih keras Ren…belum keluar?...”
“Aku tidak ingin kenikmatan ini cepat berakhir” bisikku sambil mengecup pipinya.
“Mmmmhhh….” Vini bergumam “Aku juga…”bisiknya sambil mengigit mesra leherku lalu mengecup bibirku. Hanya beberapa saat, gigitan dan kecupan mesra itu kembali menjadi pagutan birahi.
Kamar itupun kembali dipenuhi suara-suara erangan dan desahan kenikmatan duniawi, kejantananku yang masih berada didalam kembali merasakan bagaimana nikmat yang diberikan oleh kewanitaannya. Aku bangun sambil mendorong tubuh Vini sehingga kami berada dalam posisi duduk, satu tanganku memeluk punggungnya, tangan lain meremas-remas buah pantatnya yang bulat padat. Gerakan-gerakan pinggulnya membuat rongga kenikmatannya seakan melumat seluruh batang kejantananku, “Aggghhh….sshhhhh…. Reennn…” rintihannya membuat birahiku tambah memuncak. Kubalas gerakannya dengan menggoyang-goyangkan pinggulku sambil kuhisap putingnya dalam-dalam.”Reennn…achh..shhh…fuck me…hardd…”
Kurasakan gerakan tubuh Vini semakin menggila dan bukan cuma itu bibirnya semakin mengganas memagut bahkan menggigit bibir, telinga dan leherku. Akupun tidak sanggup lagi menahan kenikmatan yang diberikan oleh Vini, kurebahkan tubuhnya dan segera menindihnya, kakinya melingkar di pinggulku dan kamipun kembali mendaki puncak kenikmatan. Batang kejantananku tak henti-henti menikam-nikam lubang kenikmatan Vini dengan keras, Ia tidak tinggal diam, diputar-putar pinggulnya seirama tikaman-tikamanku
”Aghhhh…..ngggg…ssshhhh…Vinnnn…nikmat sekali…putarrrr terusss Vinnn…”pintaku merintih-rintih. ”Auugghhh…Rennn…tekan yang dalammm …” kami tenggelam dalam gelimang birahi yang memuncak…dan…”Vini…akuu mau keluar…”kurasakan kejantanku bertambah besar. ”Yesss…yesss…I’m coming too honey…” kami berpelukan dengan kuatnya dan secara bersamaan mengejang. ”AAAKKKKHHH….punya kamu enak sekaliii Vinnnnn….”pekikku, kutekan dalam-dalam kejantananku dan cairan kenikmatanku pun menyembur keluar membasahi relung-relung kewanitaannya,
”Aauughhhh Rennnn…nikmattttt….sshhhekalliii…AAAAAKKKKGGHHH…” Kamipun terkapar lemas.
Setelah malam panjang yang indah itu kami tak henti-hentinya mengulangi lagi di hari-hari berikutnya, bukan hanya di tempat tidur, tapi semua sudut dikamar hotel itu bahkan kamar mandipun menjadi saksi bisu birahi kami. Bandung kembali memberi coretan khusus dalam hidupku membuat keterikatanku semakin besar yang tak akan pernah kulupakan seumur hidup.
TAMAT
Demikian Cerita Seks yang berjudul Mengumbar Birahi di Bandung. Semoga anda puas...
Cerita Seks Terbaru dan Terbaik Selanjutnya:


0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.